Temaram Cinta Sejati di Ujung Sepi

Violet ungu menepis matahari
Mengais sepi di dalam hati
Air mata mengalir lagi
Saat cinta harus terbagi

Gulita malam menguasai hari
Ego diri merajai hati
Mengharap cintamu untuk diri
Enggan melepas untuk berbagi

Berkedap-kedip bintang di langit
Menjadi rancu segala rasa di hati
Air mata, ego, cemburu, harap dan cinta
Menjadi satu di dalam dada

Lunglai, sepi tak bertepi
Limpuh, mengejar yang tak pasti
Gundah, penuh sesakkan dada
Meratap, atas janji cinta

Semerbak bunga sedap malam
Seharum bunga cinta di jiwa
Remang-remang menjadi lentera
Petunjuk asa di dalam sukma

Dirimu cintaku
Sandaran dalam sepiku
Temaram cinta sejatimu
Lentera asa terlenaku


DI BAWAH RINAI HUJAN

RINTIK AIR HUJAN MENYAPU KERING

DERAS AIR HUJAN MENYAPU KERONTANG

TAPI HATI INI MASIH TERASA SEPI

TAPI SEPI DI HATI INI TAK BERGEMING

TITIK AIR MATA MEMBASAHI PIPI

SESAK TERASA DI DADA

ENTAH APA YANG DITANGISI

ENTAH APA GERANGAN YANG DIRASA

BERLARI DI BAWAH RINAI HUJAN

BERHARAP PADA HUJAN MEMBERI JAWABAN

MEMBALUT HATI YANG PERIH

MEMBALUT JIWA YANG SEPI

BERLARI DI BAWAH RINAI HUJAN

BERHARAP PADA HUJAN MEMBERI PENAWAR

MENAWAR HATI YANG TERACUNI

ATAS JANJI CINTA YANG SUCI



Berdamai Dengan Cinta

Terhenyak dari lelap tidur,
kusangka dirimu menyapa.
Mengucap salam cinta,
mendekap dengan kasih sayang.

Ternyata hanya sepi yang datang,
memberi hampa dan segenggam rana.
Dirimu telah bersatu dengan sepi,
menyatu dalam separuh nafasku.

Telah kujaga cintamu,
agar tetap indah menawan.
Namun musim telah berubah,
haruskah cinta tunduk pada alam.

Benih cinta tumbuh indah,
berkembang dan berbunga.
Bunga menjelma menjadi buah,
buah menjadi ranum dan membusuk.

Haruskan cinta takluk pada alam,
tumbuh berbunga berbuah dan busuk.
Ataukah memang harus membusuk,
untuk menyemaikan benih kembali.

Benih cinta yang lebih agung dan lestari,
tak goyah oleh apapun.
Benih cinta tak tunduk dengan alam,
slalu bersemi bersemayam di taman hati.



kata puisi © 2008 Por *Templates para Você*