Violet ungu menepis matahari
Mengais sepi di dalam hati
Air mata mengalir lagi
Saat cinta harus terbagi
Gulita malam menguasai hari
Ego diri merajai hati
Mengharap cintamu untuk diri
Enggan melepas untuk berbagi
Berkedap-kedip bintang di langit
Menjadi rancu segala rasa di hati
Air mata, ego, cemburu, harap dan cinta
Menjadi satu di dalam dada
Lunglai, sepi tak bertepi
Limpuh, mengejar yang tak pasti
Gundah, penuh sesakkan dada
Meratap, atas janji cinta
Semerbak bunga sedap malam
Seharum bunga cinta di jiwa
Remang-remang menjadi lentera
Petunjuk asa di dalam sukma
Dirimu cintaku
Sandaran dalam sepiku
Temaram cinta sejatimu
Lentera asa terlenaku
Temaram Cinta Sejati di Ujung Sepi
0
komentar
Label:
Cinta Sejati
DI BAWAH RINAI HUJAN
RINTIK AIR HUJAN MENYAPU KERING
DERAS AIR HUJAN MENYAPU KERONTANG
TAPI HATI INI MASIH TERASA SEPI
TAPI SEPI DI HATI INI TAK BERGEMING
TITIK AIR MATA MEMBASAHI PIPI
SESAK TERASA DI DADA
ENTAH APA YANG DITANGISI
ENTAH APA GERANGAN YANG DIRASA
BERLARI DI BAWAH RINAI HUJAN
BERHARAP PADA HUJAN MEMBERI JAWABAN
MEMBALUT HATI YANG PERIH
MEMBALUT JIWA YANG SEPI
BERLARI DI BAWAH RINAI HUJAN
BERHARAP PADA HUJAN MEMBERI PENAWAR
MENAWAR HATI YANG TERACUNI
ATAS JANJI CINTA YANG SUCI
0
komentar
Label:
RINAI HUJAN
Berdamai Dengan Cinta
Terhenyak dari lelap tidur,
kusangka dirimu menyapa.
Mengucap salam cinta,
mendekap dengan kasih sayang.
Ternyata hanya sepi yang datang,
memberi hampa dan segenggam rana.
Dirimu telah bersatu dengan sepi,
menyatu dalam separuh nafasku.
Telah kujaga cintamu,
agar tetap indah menawan.
Namun musim telah berubah,
haruskah cinta tunduk pada alam.
Benih cinta tumbuh indah,
berkembang dan berbunga.
Bunga menjelma menjadi buah,
buah menjadi ranum dan membusuk.
Haruskan cinta takluk pada alam,
tumbuh berbunga berbuah dan busuk.
Ataukah memang harus membusuk,
untuk menyemaikan benih kembali.
Benih cinta yang lebih agung dan lestari,
tak goyah oleh apapun.
Benih cinta tak tunduk dengan alam,
slalu bersemi bersemayam di taman hati.
0
komentar
Label:
Dengan Cinta
